Ganti anti ronde 2
motorku sampai tepat di depan jalan samirono, aku masih ingat dengan jelas, langkah kakinya yang biasa saja, dengan sebuah kantong di tangannya, senyumnya sedikit sayu, haha aku rasa dia punya rasa bersalah...
"mau kemana"
"gsp aja yuk"
"kuy"
kharisma melaju kembali, membawa kami di jalan aspal menuju tangga gsp.
malam belum terlalu malam memang,
aku duduk di sebelah timur dengan dia di sebelah tentunya, malam itu tiba tiba dia meminta maaf, atas ucapannya sore itu, sungguh buatku kata katanya bukanlah hal besar, dan sebenarnya tidak pelu lah dia untuk meminta maaf, tapi akhirnya disitu aku sadar kalau dia adalah orang yang sangat memikirka orang lain, lebih dari dirinya sendiri. malam itu kami bercerita, sangat dalam, hingga di titik dimana dia mengeluarkan air matanya untuk pertama kali, ceritanya soal dirinya, buatku aku senang dia bisa bercerita, tapi juga luka untuk tahu kadang bahagianya tak utuh. aku coba utuk selalu mendengarkan apa yang dia ingin ceritakan, dibalik cerianya ada duka yang ingin dia bagi. malam semakin malam obrolan semakin dalam.
sejak malam itu cerita kami berlanjut. buatku mendengar cerita seseorang tentu bukan hal yang baru, tapi rasanya cerita dia malam itu membuatku tau, bahwa ada luka yang saat ini aku rasa, telah dia bagi untuk aku coba obati, meski bahagianya bukan kehendaku tapi sejak hari itu aku juga tau bahwa ada yang memperhatikanku lebih dari yang aku alami di waktu lalu. hari berganti kami jadi semakin sering pergi, aku senang bisa melewati banyak waktu dengan gadis itu.
di hari minggu ketika pameran tak sejalan dengan mauku, dia jadi penawar letih, kami pergi menyantap susi, susi sederhana yang jadi berharga karena di setiap santapku ada orang yang selalu tertawa tiap aku bicara.. habis minum susi, kami minum susu bersama, lalu mengantarnya pulang menjadi agenda penutup, meski rasanya selalu ada yang tak cukup ketika pulang dan saat pintu tertutup. seterusnya, aku selalu punya agenda seminggu sekali untuk sekedar pergi, makan, bernyanyi dan bercerita. haha aku sendiri sudah lupa kemana saja kami, mulai dari bernyanyi di wisdom park, menghabiskan malam di gsp dengan gitar dan cerita, mengunjungi tempat makan untuk merasa kenyang. tentu menyenangkan buatku. punya tempat untuk pulang awalnya. sampai kami semakin intens untuk bertemu, dari menmaninya belanja, yang rasanya bosan wakak, tapi mungkin ini hal hal yang harus di tolerir di beberapa momen haha. semua berjalan seperti biasa, dan jujur aku sendiri merasa nyaman. seminggu tak lagi jadi sekali, mulai ada rindu kalau tidak bertemu. and kami sampai di sebuah hari yang aku tidak akan lupakan.
di suatu jumat aku berjanji dengan gadis ini untuk bertemu, tiba tiba dia meminta untuk mempercepat waktu pertemuan kami, yang sebenarnya di jadwal kami bersepakat untuk memulai pada pukul sembilan, tetapi
"mas sekarang aja yuk"
"sambil nugas ya"
"okee"
"aku remuk banget mas"
......
dan untuk pertama kali aku merasa, apa aku bucin ya waka, demi orang ini aku bisa membatlkan pertemuan yang sudah di janjikan. ajaib memang perasaan, mengendalikan badan, dan kemauan.
aku sampai dan kami berangkat, kami mencari beberapa tempat, banyak hal indah sepanjang perjanlanan. salah satunya aku bisa tau kalau dia sangat peka dengan hal sekitar, ketika di perjalanan kami melihat seorang penjual boneka tangan, kami bersepakat untuk membeli boneka tersebut, setelah itu kami melanjutkan untuk berangkat mencari burjo, karena ngidam indomienya yang sudah cukup kronis. di burjoo aku bisa melihat ada banyak hal yang sedang ia emunyikan dibalik kata tidak apa apa, ia butuh ketenangan, dengan berani haha, aku ajukan sebuah tawaran untuk pergi ke kaliurang, diapun mau, dan inilah kali pertama aku pergi jauh bersama seorang wanita, jujur di perjalanan aku sangat tidak tenang, aku khawatir tentu, soal keamanan dia terutama. tapi alhamdulilah kami sampai di tempat dengan selamat, kami menuju warung ronde untuk duduk dan mulai memesan, dan di waktu itu aku tau, kalau kau adalah gadis anti ronde bin jahe. malam itu aku mualai dengan pertanyaan
"ada apa?"
"ceritain aja, aku dengerin"
dia mulai bercerita dengan baik tentunya diawal. sampai di bagian ketika keningnya mulai mengkerut, senyumya berganti dengan bibir yang datar, matanya mulai menunduk dengan di topang tangan di sudut dahinya, ia bercerita semua hal yang baru aku dengar malam itu, dengan air mata menjadi bukti nyata, berat harinya tentu. aku hanya bisa diam ketika semua cerita itu di keluarkan, tanganku tak bisa menjangkau lebih dari lengan. hanya itu yang bisa ku usap. aku mencoba berfikir apa yang harus aku lakukan pasca ini, memberi saran atau sekedar mendengar?//
malam semakin tinggi, tangisnya tak kunjung pergi. hingga akhirnya di ujung cerita ia menangis dengan menunduk, di depanku yang hanya duduk. ingin memeluk rasanya, tapi kan dosa wakak.
setelah sedikit mereda, aku mulai menanggapi, dengan sebisaku tentunya, buatku malam itu dia sangat berharga, mencintai keluarganya, sekitarnya, menyembunyikan luka, dan berusaha untuk bahagia.. mendengar itu semua hati ku tak bisa untuk tidak peduli, dan rasanya aku jadi ingin melindungi, lebih dari ini. ketika giliranku tiba aku bingung harus bilang apa, tapi dasar mulut pria, aku bisa berucap kalimat yang bahkan aku heran kenapa bisa aku katakan hal ini,
"maaf ya aku tidak bisa memberimu solusi, tapi kalau kamu butuh teman untuk mendengar aku pasti siap, sama kalau kamu sama aku aku pastiin kamu bakal ketawa terus"..
cess, nangis dia boy... wah aku gak tau tindakan apa yang tepat harus ku lakukan saat itu. yang pasti aku melihat sedikit senyumnya lagi malam itu, tapi belum selesai, kali ini ia bertanya,
"kamu kenapa ngajak aku terus "?
" aku nyaman, aku ngerasa pulang kalau ketemu kamu"
anjing itu detik terkeren kayaknya malam itu haha. secara implisit aku mungkin sudah menyampaikan cinta malam itu, tapi mungkin kami berdua berusaha untuk menghindar hal hal di luar itu. mengalihkan ke hal lain, hingga akhirnya malam dan kami harus pulang, bermotor dengannya sangat hangat. kami bercerita untuk mengusir sepi dan beralih dari sedih tadi.. lalu tiba tiba dia bertanya lagi, kali ini pertanyaannya cukup berat.
"apakah kamu ke dia dulu gini juga mas"
"enggaklah, aku gak ngajak dia ke kaliurang"
asemm. siapa yang tak bingung coba di tanya begitu.
untung aku terlatih untuk mengeluarkan jawaban spontan.
kami bercerita hal hal sepele nan berharga. dari fakta dia adalah gadis sampul hingga pecinta ftv sejati. kami pulang sampai di tujuan dan berpisah untuk malam panjang itu.
aku pulang dengan perasaan seakan aku telah bertemu yang selama ini aku cari, apa yang kurang lagi? rasanay tak ada bosan.
setelah malam itu pertemuan kami berlanjut terus. dari satu tempat ke tempat lain, sangat menyenangkan , meski kadang waktu jadi terlupakan.
----
suatu pagi aku terbagun dengan terbayang kejadian malam itu. aku ingin sekali menyemangati atau memberi sesuatu yang lebih berarti buat orang ini, ketika itu aku sedang berselancar di youtube, dan menemukan lagu baru "peliku untuk pelikmu" judul lagu dari maestro fiersa, tanpa pikir panjang aku langsung mendengar..
anjir ini lagu pas banget buat dia, pikirku waktu itu, lagu tentang semangat dan harapan, bahwa nanti semua akan baik baik saja.
dan akhirnya aku bersepakat dengan diriku, untuk menulis sebuah lagu untuk dia. bersama temanku fathan, kami menulis lirik itu bersama, aku meminta fathan untuk menilai makna dari diksi yang ku gunnakan, akhirnya dalam waktu satu minggu lagu itu jadi, aku berniat sangat kuat untuk memberitahu dia dan mengadiahi dia lagu ini, tapi aku merasa jadi tak berani.
lagu yang liriknya ku tulis untuk dirinya, dengan judul bunga.
tapi bahkan sampai aku menulis tulisan ini aku tak mengerti apakah dia tau kalau lagu ini aku tulis untuk dia. seorang bunga, yang sedang tumbuh dan menunggu waktu mekar.
hari hari kedepan lebih menyenangkan mualai dari hapenya yang rusak yang dilanjutkan ke perjalanan kami ke pantai cemara sewu, lalu aku semakin tau senangnya dia dengan rocket chicken, hingga kakinya yang pegal.. hm aku semakin bingung perasaanku jadi sangat dalam dengan orang ini, kejadian berikutnya juga sangat menyenangkan, ketika aku memintanya untuk menemani ku menggunting kain, namun terlebih dahulu kami pergi mencari corndog yang dia sedang idamkan, aku mencoba meminta waktu nya dan dia memberikan waktu itu,..
lalu ketika donor darah, aku senang di temani, lalu melanjutkan perjalanan hinga berakhir dengan menyantap mie gacoan, bukan di tempatnya tentunya, di pelataran alkid, sambil di temani derasnya hujan, dengan keserdehanaan aku temukan nyaman. di ruang ruang seperti ini perasaan semakin menjadi jadi. di tengah lelah kami tetap berusaha untuk bertahan. sepulang dari malam itu, aku semakin yakin tentang hal hal ini tak terjadi tanpa alasan.
esoknya aku membawa dia pada ruang piano gelanggang, dia suka tentunya, kami bermain bersama. aku senang tentunya.
lalu minggu itu kami akhiri dengan makan batagor sempurna.. dan kisahnya di tutup dengan sempurna karena satu minggu menjadi jeda buat kami untuk tidak bertemu.
------
aku semakin tinggi dengan rasa ini, aku coba tanya temanku apa hal yang tepat yang harus aku lakukan, tetap tinggal, atau harus ku ungkapkan perasaan, teman teman yang kutanyakan menyarankan untuk aku mengendalikan perasaan, meski nyaman tapi ada resiko apabila aku nyatakan, satu kalau dia juga punya rasa yang sama, kau adalah orang ketiga tentunya, dan kau harus lebih memberi waktumu untuknya tak kurang dan tambah dari hari ini, lalu bagaimana bisnis dan mimpimu, ? kedua kalau dia bilang tidak, kau akan kehilangan tentunya , canggung pasti, dan akan mengulang waktu yang telah lalu, yang sudah terjadi seperti dulu dulu. lalu bagaimana kalau aku tidak mengungkapkan? ya seperti ini, bingung akan baragaining mu, cemburu buta yang membutkanmu. dan semua hal yang tiba tiba akan semakin mengganggumu, percayalah kau adalah orang dengan perasaan, ketika itu tersentuh, kau akan berusaha untuk menuju kesana, untukmu meski tak sadar, dia adalah prioritas utamamu. seminggu tidak bertemu, aku merasa sedikit tenang, untung ada kawan, yang tidak diam dan menemani tentunya. tapi itu tidaklah lama, semua kembali lagi semula tentunya, ketika dia tiba. kembali ke jogjaa, dan menyapa.
--
pertemuan kami kali ini aku sedikit telah mengurangi rasa tentunya, dan tak menyangka akan melakukan hal yang sama lagi, selepas sekolah bali tiba, aku dan dia berjumpa lalu kami dan yang lain makan bersama, selanjutnya, waktu aku dan dia kembali lagi untuk bersama, kali ini yang paling lama, pagi , siang, sore hingga menutup malam aku habiskan dengan dia, orang yang sejujurnya mulai aku cintai. dari urusan kulit, polo, hingga makan sate kelinci, semua berakhir dengan menyenangkan, dopaminku kembali. tapi esoknya, tak banyak waktu untuk bertemu, hanya sebentar. aku semakin bimang dengan perasaanku, aku mulai merasa nyaman, diperhatiakan, dan semakin susah menahan, aku tau aku harus kendalikan, tapi nalar perasaan sudah lepas tak terkendalikan, aku jadi posesif, kenapa ya? aku tak bisa berbohong untuk tidak cemburu, dengan semua hal hal yang terjadi berkaitan dengan dia. sekarang aku paham kenapa rasa posesif bisa muncul, ketika kamu merasa memiliki orang ini, merasa yang paling berhak mendampingi, maka cemburu dan posesif akan muncul meski tak kau suarakan, padahal posismu saja masih samar kawan.
sekarang aku mencoba untuk sedikit mencari pembenaran akan jawaban apa yang harus aku
lakukan, aku menemukan jawaban yakni melepaskan. aku rasa aku sudah jatuh terlalu dalam, kehilangan dia bukan pilihan, dan aku tak mau. aku harus melepaskan yang sebenarnya aku juga tak memilikinya, aku memilih untuk menuliskan saja perasaanku lewat lagu. dan mengurangi intensi dengan orang ini. tentunya itu pilihan. berat tentu, tapi mungkin ini yang tepat. waktu saat ini bukanlah yang tepat. kita hanya berpura pura tak terjadi apa apa. atau mungkin salah diriku yang gampang menaruh perasaan. aku rasa kami sangat cocok, aku yang gampang bercanda kamu yang mudah tertawa. cerita ngalor ngidul yang tak pernah tumpul, selalu ada cara untuk menolak sepi dan bosan. tapi karena hatimu sudah di jaga, maka aku bisa apa, pada akhirnya keputusan pergi harus segera di ambil, maaf tapi aku punya mimpi, kerjaan dan hal hal yang harus aku lakukan, aku tau mereka akan kalah dengan hadirmu, tapi aku harus memilih dan aku memilih untuk mundur perlahan hingga waktu yang tepat mungkin, entah lusa atau nanti. semoga niatku diaminkan yaa. seperti film chichoore yang karakternya mengorbankan apa yang paling berharga menurutnya hingga tujuan memenangkan lomba tercapai, begitupun aku, mengorbankan perasaan yang berharga. sampai aku dapat yang aku mau. ayo kita berproses bersama, jalani mimpi kita masing masing, aku yakin kamu akan temukan apa yang kamu suka setelah ini hehe, aku yakin kamu akan tetap ramai, dan jogja akan tetap indah, temanmu masih banyak, dan yang aku tau mereka juga mungkin menyukai dan ingin melindungi mu. oyaa aku senang utara dan selatan sekrang penung kenangan, aku tidak akan acuh dan sombong, hanya mengurangi intensitas hubungan pribadi, pergi berdua dll. aku harus menemukan rumah baru, bukan pada orang lain mungkin saat ini, tapi di rumah ku sendiri, di diriku sendiri, yang belum utuh. aku akan menulis lagu, aku berdoa semoga semua emosi dan perasaanku bisa tertuang disini, dengan bahasa elegan yang gak alay tentutnya wakak. oyaa jaga pohon kecil dariku, di siram seminggu sekali saja, jangan banyak banyak nanti rusak. kembali mengarungi dirinya adalah hal yang tepat, dia orang lucu tentunya, haha.
untuk diriku, kamu harus tenang, semua sudah kau lakukan dengan baik, ingat kalau bahagianya bukan tangung jawabmu, dan sekarang tidak perlu bergantung.
---
untuk kita bagaimana?
seperti middleroad, jalan tengah aku ambil untuk perlahan mundur.
kita akan menjadi sesaat bermakna seperti lagu yang kita buat.
sesaat dan bermakna, yang selalu berarti meski hanya sekali.
terima kasih untuk kenangan, tawa dan semua yang kita buat
motorku akan jadi kenangan. akan aku simpan.
mungkin di hari kedepan akan ada kejutan tentang kisah ini.
tapi kapan? ya aku serahkan pada tuhan, biarlah ketidaktahuan kita jadi penantian, yang mungkin akan berakhir indah.
terima kasih untukmu, atas semua ceritamu sampai hari ini. kamu pasti bisa dan bahagia. hehe
aku kasih lirik ini untukmu.
kau buatku jatuh cinta lewat hal hal sederhana.
saat matamu mataku mereka bertemu, jangan sungkan cerita ya
kita jaga tawa. momen kita berharga, coba ingat? dan jangan lupa yaa?
--------------
oke selanjutnya, bisnis, skripsi dan lagu, haha aku pasti bisa tentunya.
ya ini adalah tulisan tentang gadis anti ronde. selanjutnya? entahlah mungkin ada kisah kisah lain yang akan hadir. tunggu yaa. ceritaku belum selesai.
aku lega..
dadah.
"mau kemana"
"gsp aja yuk"
"kuy"
kharisma melaju kembali, membawa kami di jalan aspal menuju tangga gsp.
malam belum terlalu malam memang,
aku duduk di sebelah timur dengan dia di sebelah tentunya, malam itu tiba tiba dia meminta maaf, atas ucapannya sore itu, sungguh buatku kata katanya bukanlah hal besar, dan sebenarnya tidak pelu lah dia untuk meminta maaf, tapi akhirnya disitu aku sadar kalau dia adalah orang yang sangat memikirka orang lain, lebih dari dirinya sendiri. malam itu kami bercerita, sangat dalam, hingga di titik dimana dia mengeluarkan air matanya untuk pertama kali, ceritanya soal dirinya, buatku aku senang dia bisa bercerita, tapi juga luka untuk tahu kadang bahagianya tak utuh. aku coba utuk selalu mendengarkan apa yang dia ingin ceritakan, dibalik cerianya ada duka yang ingin dia bagi. malam semakin malam obrolan semakin dalam.
sejak malam itu cerita kami berlanjut. buatku mendengar cerita seseorang tentu bukan hal yang baru, tapi rasanya cerita dia malam itu membuatku tau, bahwa ada luka yang saat ini aku rasa, telah dia bagi untuk aku coba obati, meski bahagianya bukan kehendaku tapi sejak hari itu aku juga tau bahwa ada yang memperhatikanku lebih dari yang aku alami di waktu lalu. hari berganti kami jadi semakin sering pergi, aku senang bisa melewati banyak waktu dengan gadis itu.
di hari minggu ketika pameran tak sejalan dengan mauku, dia jadi penawar letih, kami pergi menyantap susi, susi sederhana yang jadi berharga karena di setiap santapku ada orang yang selalu tertawa tiap aku bicara.. habis minum susi, kami minum susu bersama, lalu mengantarnya pulang menjadi agenda penutup, meski rasanya selalu ada yang tak cukup ketika pulang dan saat pintu tertutup. seterusnya, aku selalu punya agenda seminggu sekali untuk sekedar pergi, makan, bernyanyi dan bercerita. haha aku sendiri sudah lupa kemana saja kami, mulai dari bernyanyi di wisdom park, menghabiskan malam di gsp dengan gitar dan cerita, mengunjungi tempat makan untuk merasa kenyang. tentu menyenangkan buatku. punya tempat untuk pulang awalnya. sampai kami semakin intens untuk bertemu, dari menmaninya belanja, yang rasanya bosan wakak, tapi mungkin ini hal hal yang harus di tolerir di beberapa momen haha. semua berjalan seperti biasa, dan jujur aku sendiri merasa nyaman. seminggu tak lagi jadi sekali, mulai ada rindu kalau tidak bertemu. and kami sampai di sebuah hari yang aku tidak akan lupakan.
di suatu jumat aku berjanji dengan gadis ini untuk bertemu, tiba tiba dia meminta untuk mempercepat waktu pertemuan kami, yang sebenarnya di jadwal kami bersepakat untuk memulai pada pukul sembilan, tetapi
"mas sekarang aja yuk"
"sambil nugas ya"
"okee"
"aku remuk banget mas"
......
dan untuk pertama kali aku merasa, apa aku bucin ya waka, demi orang ini aku bisa membatlkan pertemuan yang sudah di janjikan. ajaib memang perasaan, mengendalikan badan, dan kemauan.
aku sampai dan kami berangkat, kami mencari beberapa tempat, banyak hal indah sepanjang perjanlanan. salah satunya aku bisa tau kalau dia sangat peka dengan hal sekitar, ketika di perjalanan kami melihat seorang penjual boneka tangan, kami bersepakat untuk membeli boneka tersebut, setelah itu kami melanjutkan untuk berangkat mencari burjo, karena ngidam indomienya yang sudah cukup kronis. di burjoo aku bisa melihat ada banyak hal yang sedang ia emunyikan dibalik kata tidak apa apa, ia butuh ketenangan, dengan berani haha, aku ajukan sebuah tawaran untuk pergi ke kaliurang, diapun mau, dan inilah kali pertama aku pergi jauh bersama seorang wanita, jujur di perjalanan aku sangat tidak tenang, aku khawatir tentu, soal keamanan dia terutama. tapi alhamdulilah kami sampai di tempat dengan selamat, kami menuju warung ronde untuk duduk dan mulai memesan, dan di waktu itu aku tau, kalau kau adalah gadis anti ronde bin jahe. malam itu aku mualai dengan pertanyaan
"ada apa?"
"ceritain aja, aku dengerin"
dia mulai bercerita dengan baik tentunya diawal. sampai di bagian ketika keningnya mulai mengkerut, senyumya berganti dengan bibir yang datar, matanya mulai menunduk dengan di topang tangan di sudut dahinya, ia bercerita semua hal yang baru aku dengar malam itu, dengan air mata menjadi bukti nyata, berat harinya tentu. aku hanya bisa diam ketika semua cerita itu di keluarkan, tanganku tak bisa menjangkau lebih dari lengan. hanya itu yang bisa ku usap. aku mencoba berfikir apa yang harus aku lakukan pasca ini, memberi saran atau sekedar mendengar?//
malam semakin tinggi, tangisnya tak kunjung pergi. hingga akhirnya di ujung cerita ia menangis dengan menunduk, di depanku yang hanya duduk. ingin memeluk rasanya, tapi kan dosa wakak.
setelah sedikit mereda, aku mulai menanggapi, dengan sebisaku tentunya, buatku malam itu dia sangat berharga, mencintai keluarganya, sekitarnya, menyembunyikan luka, dan berusaha untuk bahagia.. mendengar itu semua hati ku tak bisa untuk tidak peduli, dan rasanya aku jadi ingin melindungi, lebih dari ini. ketika giliranku tiba aku bingung harus bilang apa, tapi dasar mulut pria, aku bisa berucap kalimat yang bahkan aku heran kenapa bisa aku katakan hal ini,
"maaf ya aku tidak bisa memberimu solusi, tapi kalau kamu butuh teman untuk mendengar aku pasti siap, sama kalau kamu sama aku aku pastiin kamu bakal ketawa terus"..
cess, nangis dia boy... wah aku gak tau tindakan apa yang tepat harus ku lakukan saat itu. yang pasti aku melihat sedikit senyumnya lagi malam itu, tapi belum selesai, kali ini ia bertanya,
"kamu kenapa ngajak aku terus "?
" aku nyaman, aku ngerasa pulang kalau ketemu kamu"
anjing itu detik terkeren kayaknya malam itu haha. secara implisit aku mungkin sudah menyampaikan cinta malam itu, tapi mungkin kami berdua berusaha untuk menghindar hal hal di luar itu. mengalihkan ke hal lain, hingga akhirnya malam dan kami harus pulang, bermotor dengannya sangat hangat. kami bercerita untuk mengusir sepi dan beralih dari sedih tadi.. lalu tiba tiba dia bertanya lagi, kali ini pertanyaannya cukup berat.
"apakah kamu ke dia dulu gini juga mas"
"enggaklah, aku gak ngajak dia ke kaliurang"
asemm. siapa yang tak bingung coba di tanya begitu.
untung aku terlatih untuk mengeluarkan jawaban spontan.
kami bercerita hal hal sepele nan berharga. dari fakta dia adalah gadis sampul hingga pecinta ftv sejati. kami pulang sampai di tujuan dan berpisah untuk malam panjang itu.
aku pulang dengan perasaan seakan aku telah bertemu yang selama ini aku cari, apa yang kurang lagi? rasanay tak ada bosan.
setelah malam itu pertemuan kami berlanjut terus. dari satu tempat ke tempat lain, sangat menyenangkan , meski kadang waktu jadi terlupakan.
----
suatu pagi aku terbagun dengan terbayang kejadian malam itu. aku ingin sekali menyemangati atau memberi sesuatu yang lebih berarti buat orang ini, ketika itu aku sedang berselancar di youtube, dan menemukan lagu baru "peliku untuk pelikmu" judul lagu dari maestro fiersa, tanpa pikir panjang aku langsung mendengar..
anjir ini lagu pas banget buat dia, pikirku waktu itu, lagu tentang semangat dan harapan, bahwa nanti semua akan baik baik saja.
dan akhirnya aku bersepakat dengan diriku, untuk menulis sebuah lagu untuk dia. bersama temanku fathan, kami menulis lirik itu bersama, aku meminta fathan untuk menilai makna dari diksi yang ku gunnakan, akhirnya dalam waktu satu minggu lagu itu jadi, aku berniat sangat kuat untuk memberitahu dia dan mengadiahi dia lagu ini, tapi aku merasa jadi tak berani.
lagu yang liriknya ku tulis untuk dirinya, dengan judul bunga.
tapi bahkan sampai aku menulis tulisan ini aku tak mengerti apakah dia tau kalau lagu ini aku tulis untuk dia. seorang bunga, yang sedang tumbuh dan menunggu waktu mekar.
hari hari kedepan lebih menyenangkan mualai dari hapenya yang rusak yang dilanjutkan ke perjalanan kami ke pantai cemara sewu, lalu aku semakin tau senangnya dia dengan rocket chicken, hingga kakinya yang pegal.. hm aku semakin bingung perasaanku jadi sangat dalam dengan orang ini, kejadian berikutnya juga sangat menyenangkan, ketika aku memintanya untuk menemani ku menggunting kain, namun terlebih dahulu kami pergi mencari corndog yang dia sedang idamkan, aku mencoba meminta waktu nya dan dia memberikan waktu itu,..
lalu ketika donor darah, aku senang di temani, lalu melanjutkan perjalanan hinga berakhir dengan menyantap mie gacoan, bukan di tempatnya tentunya, di pelataran alkid, sambil di temani derasnya hujan, dengan keserdehanaan aku temukan nyaman. di ruang ruang seperti ini perasaan semakin menjadi jadi. di tengah lelah kami tetap berusaha untuk bertahan. sepulang dari malam itu, aku semakin yakin tentang hal hal ini tak terjadi tanpa alasan.
esoknya aku membawa dia pada ruang piano gelanggang, dia suka tentunya, kami bermain bersama. aku senang tentunya.
lalu minggu itu kami akhiri dengan makan batagor sempurna.. dan kisahnya di tutup dengan sempurna karena satu minggu menjadi jeda buat kami untuk tidak bertemu.
------
aku semakin tinggi dengan rasa ini, aku coba tanya temanku apa hal yang tepat yang harus aku lakukan, tetap tinggal, atau harus ku ungkapkan perasaan, teman teman yang kutanyakan menyarankan untuk aku mengendalikan perasaan, meski nyaman tapi ada resiko apabila aku nyatakan, satu kalau dia juga punya rasa yang sama, kau adalah orang ketiga tentunya, dan kau harus lebih memberi waktumu untuknya tak kurang dan tambah dari hari ini, lalu bagaimana bisnis dan mimpimu, ? kedua kalau dia bilang tidak, kau akan kehilangan tentunya , canggung pasti, dan akan mengulang waktu yang telah lalu, yang sudah terjadi seperti dulu dulu. lalu bagaimana kalau aku tidak mengungkapkan? ya seperti ini, bingung akan baragaining mu, cemburu buta yang membutkanmu. dan semua hal yang tiba tiba akan semakin mengganggumu, percayalah kau adalah orang dengan perasaan, ketika itu tersentuh, kau akan berusaha untuk menuju kesana, untukmu meski tak sadar, dia adalah prioritas utamamu. seminggu tidak bertemu, aku merasa sedikit tenang, untung ada kawan, yang tidak diam dan menemani tentunya. tapi itu tidaklah lama, semua kembali lagi semula tentunya, ketika dia tiba. kembali ke jogjaa, dan menyapa.
--
pertemuan kami kali ini aku sedikit telah mengurangi rasa tentunya, dan tak menyangka akan melakukan hal yang sama lagi, selepas sekolah bali tiba, aku dan dia berjumpa lalu kami dan yang lain makan bersama, selanjutnya, waktu aku dan dia kembali lagi untuk bersama, kali ini yang paling lama, pagi , siang, sore hingga menutup malam aku habiskan dengan dia, orang yang sejujurnya mulai aku cintai. dari urusan kulit, polo, hingga makan sate kelinci, semua berakhir dengan menyenangkan, dopaminku kembali. tapi esoknya, tak banyak waktu untuk bertemu, hanya sebentar. aku semakin bimang dengan perasaanku, aku mulai merasa nyaman, diperhatiakan, dan semakin susah menahan, aku tau aku harus kendalikan, tapi nalar perasaan sudah lepas tak terkendalikan, aku jadi posesif, kenapa ya? aku tak bisa berbohong untuk tidak cemburu, dengan semua hal hal yang terjadi berkaitan dengan dia. sekarang aku paham kenapa rasa posesif bisa muncul, ketika kamu merasa memiliki orang ini, merasa yang paling berhak mendampingi, maka cemburu dan posesif akan muncul meski tak kau suarakan, padahal posismu saja masih samar kawan.
sekarang aku mencoba untuk sedikit mencari pembenaran akan jawaban apa yang harus aku
lakukan, aku menemukan jawaban yakni melepaskan. aku rasa aku sudah jatuh terlalu dalam, kehilangan dia bukan pilihan, dan aku tak mau. aku harus melepaskan yang sebenarnya aku juga tak memilikinya, aku memilih untuk menuliskan saja perasaanku lewat lagu. dan mengurangi intensi dengan orang ini. tentunya itu pilihan. berat tentu, tapi mungkin ini yang tepat. waktu saat ini bukanlah yang tepat. kita hanya berpura pura tak terjadi apa apa. atau mungkin salah diriku yang gampang menaruh perasaan. aku rasa kami sangat cocok, aku yang gampang bercanda kamu yang mudah tertawa. cerita ngalor ngidul yang tak pernah tumpul, selalu ada cara untuk menolak sepi dan bosan. tapi karena hatimu sudah di jaga, maka aku bisa apa, pada akhirnya keputusan pergi harus segera di ambil, maaf tapi aku punya mimpi, kerjaan dan hal hal yang harus aku lakukan, aku tau mereka akan kalah dengan hadirmu, tapi aku harus memilih dan aku memilih untuk mundur perlahan hingga waktu yang tepat mungkin, entah lusa atau nanti. semoga niatku diaminkan yaa. seperti film chichoore yang karakternya mengorbankan apa yang paling berharga menurutnya hingga tujuan memenangkan lomba tercapai, begitupun aku, mengorbankan perasaan yang berharga. sampai aku dapat yang aku mau. ayo kita berproses bersama, jalani mimpi kita masing masing, aku yakin kamu akan temukan apa yang kamu suka setelah ini hehe, aku yakin kamu akan tetap ramai, dan jogja akan tetap indah, temanmu masih banyak, dan yang aku tau mereka juga mungkin menyukai dan ingin melindungi mu. oyaa aku senang utara dan selatan sekrang penung kenangan, aku tidak akan acuh dan sombong, hanya mengurangi intensitas hubungan pribadi, pergi berdua dll. aku harus menemukan rumah baru, bukan pada orang lain mungkin saat ini, tapi di rumah ku sendiri, di diriku sendiri, yang belum utuh. aku akan menulis lagu, aku berdoa semoga semua emosi dan perasaanku bisa tertuang disini, dengan bahasa elegan yang gak alay tentutnya wakak. oyaa jaga pohon kecil dariku, di siram seminggu sekali saja, jangan banyak banyak nanti rusak. kembali mengarungi dirinya adalah hal yang tepat, dia orang lucu tentunya, haha.
untuk diriku, kamu harus tenang, semua sudah kau lakukan dengan baik, ingat kalau bahagianya bukan tangung jawabmu, dan sekarang tidak perlu bergantung.
---
untuk kita bagaimana?
seperti middleroad, jalan tengah aku ambil untuk perlahan mundur.
kita akan menjadi sesaat bermakna seperti lagu yang kita buat.
sesaat dan bermakna, yang selalu berarti meski hanya sekali.
terima kasih untuk kenangan, tawa dan semua yang kita buat
motorku akan jadi kenangan. akan aku simpan.
mungkin di hari kedepan akan ada kejutan tentang kisah ini.
tapi kapan? ya aku serahkan pada tuhan, biarlah ketidaktahuan kita jadi penantian, yang mungkin akan berakhir indah.
terima kasih untukmu, atas semua ceritamu sampai hari ini. kamu pasti bisa dan bahagia. hehe
aku kasih lirik ini untukmu.
kau buatku jatuh cinta lewat hal hal sederhana.
saat matamu mataku mereka bertemu, jangan sungkan cerita ya
kita jaga tawa. momen kita berharga, coba ingat? dan jangan lupa yaa?
--------------
oke selanjutnya, bisnis, skripsi dan lagu, haha aku pasti bisa tentunya.
ya ini adalah tulisan tentang gadis anti ronde. selanjutnya? entahlah mungkin ada kisah kisah lain yang akan hadir. tunggu yaa. ceritaku belum selesai.
aku lega..
dadah.
Comments
Post a Comment